Rabu, 03 Oktober 2018

Madu tak semanis gula

Madu Tak Semanis Gula

Seruni cepat2 menyapukan bedak tipis pada wajahnya dan pemulas bibir pada bibirnya yg mungil. Tak lupa oles sedikit eau de toilette di blkg telinga. Semua dilakukan dlm wkt 3 menit saja smntra suaminya sdg mandi. Bergegas ia menyiapkan segelas teh hangat dan sepiring pisang panggang keju kesukaan sang suami. Pakaian kerja dqn sepatu semua sudah disiapkan dgn rapi di kamar. Lalu seruni duduk manis di meja makan menunggu suaminya slsai berpakaian.

Tak lama suaminya keluar kamar dan agak terkejut melihat istrinya sepagi ini sudah rapi dan menyiapkan sarapan untuknya.
"Wah,tumben nih bun pagi2 uda rapi mau kmn? Ini sarapan buat aku ya?" Kata sang suami sambil tersenyum.
"Ga kemana2 kok yah. Mumpung vio msh tidur jd aku bisa siapin sarapan,cuma teh dan pisang keju aja kok" jawab seruni sambil tersenyum.
" oohh...aku kira mau pergi kemana. Enak nih pisangnya,uda lama juga ya ga sarapan dirumah. Biasanya kan aku sarapan di kantor bun. "
" Iya maaf ya aku uda lama ga pernah siapin sarapan buat kamu. Abis kan tau aku sering bangun malam kalau vio nangis minta susu. Mulai sekarang aku usahain siapin sarapan lagi kok buat suamiku sayang. " jawab seruni lagi sambil merangkul manja bahu suaminya.

Selesai sarapan,seruni mengantar sang suami sampai pintu depan. Setelah mencium tangan suaminya dan dibalas kecupan di kening,sang suami berangkat dengan motor.
"Assalamu'alaikum bun"
"Wa'alaikumsalam yah. Hati2 dijalan. "

Setelah menutup pintu pagar, seruni langsung masuk kamar dan menghapus semua make up dari wajahnya,mengganti bajunya dengan daster lalu bersiap mengurus anak semata wayangnya Vio yang baru berumur 6 bulan. Mulai dari memandikan,mengganti popok,memberi makan,susu dan lain-lain. Saat Vio tidur,seruni melanjutkan dengan memasak makanan kesukaan sang suami yaitu ikan goreng  dengan lalapan dan sambal terasi serta sayur asam.

Ba'da zuhur semua selesai. Sambil menemani Vio bermain, seruni teringat kejadian dua malam lalu. Saat suaminya sudah terlelap tidur karena lelah pulang bekerja. Tiba-tiba suara Hp suaminya berbunyi bbrp kali tanda ada pesan masuk. Karena takut suaminya terbangun krn sedang lelap tidur dan mungkin ada pesan penting  maka seruni memutuskan untuk melihat. Ternyata dari teman kantor suaminya, bang edi namanya. Seruni pun kenal karena bbrp kali bertemu saat ada acara family gathering di kantor sang suami. Seruni pikir baca sajalah mungkin ada tugas penting untuk suaminya.
"Her,sory nih ganggu mlm2. Aku cuma mau tnya bagaimana soal madu yg kmrn cocok ga?istriku si heni klo mencarikan madu pasti yg baguslah terjamin. Istrimu jg pasti suka,dibicarakan lah baik2 dgn istrimu siapa tau setuju.oke her,jgn lama2 bpikirnya nanti keburu diambil org lain itu madu.bnyak yg mau itu,madu muda her.mantaplah. "
Seruni hanya bisa terdiam karena kaget dan merasa tidak percaya. Dia tahu bang edi itu punya 3 istri,heni itu adalah istri ketiganya baru bbrp bulan dinikahi. Masih muda belia dan cantik. Apa maksudnya dengan madu muda mantap dalam sms bang edi? Apa bang edi menawarkan mas heru, suaminya untuk menikah lagi? Madu...madu... Ya Allah...

Setelah menaruh kembali Hp suaminya,seruni keluar kamar dan menangis terisak di sofa. Seruni ingat pertemuan bbrp bulan lalu saat menghadiri pernikahan bang edi dgn heni istri ketiganya. Saat ngobrol bersama, bang edi menggoda mas heru dgn berkata
" Gimana her,minat ks madu ga untuk istri kau? Kucarikan nanti yg bagus seperti istriku ini heni. Teman2nya masih bnyk yg single.hahaha..."
Sambil tersenyum suamiku brkata
" ah bisa saja abang ini. Tak sangguplah aku seperti abang. Bisa sampai pnya tiga. Mba diyah dan mba desi ga keberatan itu bang? "
" tidaklah. Itu buktinya mereka smua hadir kan disini. Yang penting bisa adil her kasi jatah bulanan dan jatah malam sm mereka bertiga hahaha..."
Saat itu seruni hnya diam saja dan tidak ikut menanggapi obrolan mereka.

*bersambung part 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar